Cara Kerja

Contoh alur follow-up yang mudah dipahami admin.

Tindaka membantu admin mencatat customer, melihat pengingat kerja, membuka WhatsApp secara manual, lalu mencatat hasilnya.

Contoh utama

Chat Masuk Sampai Deal

Cocok untuk bisnis yang sering kebanjiran chat awal lalu follow-up-nya suka kelewat.

Cocok untuk: Retail custom order, hampers, jasa, catering, workshop.

  1. 1. Catat konteks order di catatan customer.
  2. 2. Kirim follow-up pertama sebelum pengingat telat.
  3. 3. Ubah status ke deal masuk atau belum jadi setelah hasil jelas.

Contoh utama

Follow-Up Penawaran

Pas untuk bisnis yang sering kirim penawaran lalu bingung mana yang harus diingatkan duluan.

Cocok untuk: Vendor event, printing, design, corporate gifting.

  1. 1. Catat tanggal penawaran terakhir di activity.
  2. 2. Pakai template follow-up penawaran untuk reminder.
  3. 3. Pastikan alasan belum jadi diisi kalau deal batal.

Masih terbatas

Beberapa contoh lain masih untuk arah pilot berikutnya.

Booking dan order ulang bisa dibahas saat setup, tetapi belum diposisikan sebagai alur otomatis penuh.

Pengingat Booking

Buat bisnis yang butuh reminder rapi sebelum jadwal, pembayaran, atau pickup keburu lupa.

Order Ulang

Untuk bisnis yang mau jaga order ulang tanpa harus menghubungi semua orang sekaligus.